Pilkades Lebong Tambang Memanas, Polisi Amankan Massa Pendukung Calon

Corak.Id, LEBONG – Suasana di halaman Balai Desa Lebong Tambang, Kecamatan Lebong Utara, Kabupaten Lebong, mendadak berubah. Puluhan personel kepolisian bersiaga menghadapi massa yang melakukan aksi protes. Teriakan massa terdengar di tengah barisan aparat yang berupaya menjaga situasi tetap terkendali. Jum’at (02/10/2026).

Namun, kericuhan tersebut bukan kejadian sebenarnya. Adegan itu merupakan bagian dari simulasi pengamanan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang digelar Polres Lebong sebagai persiapan menghadapi pelaksanaan Pilkades 16 Desember 2026.

Dalam skenario simulasi, Pilkades di Desa Lebong Tambang diikuti tiga pasangan calon, yakni Calon X, Calon Y dan Calon Z.

Tahapan pemungutan suara awalnya berjalan aman dan lancar. Proses pencoblosan berlangsung tertib hingga seluruh tahapan memasuki penghitungan surat suara.

Situasi kemudian berubah setelah hasil penghitungan diumumkan. Dalam skenario tersebut, Calon Y dinyatakan kalah dari Calon X. Tidak menerima hasil tersebut, Calon Y kemudian menyampaikan protes dan mengerahkan massa pendukungnya menuju lokasi pemungutan suara.

Massa yang sebelumnya berkumpul kemudian bergerak menuju TPS Desa Lebong Tambang. Aksi yang awalnya berupa penyampaian keberatan berkembang menjadi demonstrasi yang mulai mengganggu situasi keamanan di sekitar TPS.

Mendapat informasi mengenai pergerakan massa, Kapolres Lebong kemudian melakukan koordinasi dan mengerahkan personel untuk mengamankan lokasi.

Puluhan personel diterjunkan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan. Aparat membentuk barikade dan berupaya mengendalikan massa agar tidak mendekati area TPS.

Dalam skenario berikutnya, situasi semakin memanas. Massa terlibat benturan dengan petugas dan sempat melakukan pelemparan ke arah aparat.

Petugas kemudian mengambil tindakan sesuai prosedur pengamanan. Salah seorang peserta aksi diamankan setelah disimulasikan melakukan upaya penyerangan terhadap petugas menggunakan senjata tajam.

Personel kepolisian terus berupaya mengendalikan massa hingga situasi berhasil diredam. Setelah kondisi kembali terkendali, aparat mengarahkan peserta aksi agar tidak menyelesaikan persoalan melalui tindakan anarkis.

Penyelesaian keberatan terhadap hasil Pilkades dalam skenario tersebut kemudian diarahkan melalui mekanisme dan tahapan yang telah ditentukan, yakni disampaikan kepada panitia tingkat kabupaten sesuai ketentuan yang berlaku.

Setelah diberikan pemahaman, massa akhirnya menerima arahan tersebut dan secara bertahap membubarkan diri.

Simulasi ini menggambarkan bagaimana situasi yang semula berjalan tertib di TPS dapat berubah ketika muncul ketidakpuasan terhadap hasil pemungutan suara.

Melalui latihan tersebut, jajaran Polres Lebong tidak hanya mempersiapkan personel menghadapi potensi gangguan keamanan, tetapi juga melatih koordinasi dan langkah penanganan apabila terjadi konflik selama tahapan Pilkades serentak.

Dengan simulasi ini, setiap personel diharapkan memahami peran dan prosedur pengamanan sehingga pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Lebong dapat berlangsung aman, tertib dan kondusif. (BAMS)

Please follow and like us:
Pin Share
__Terbit pada
Oktober 2, 2026
__Kategori
Headline

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *