Bang Ken Kenang Patriotisme Ketua Presidium Pemekaran Kabupaten Lebong, H. Syahili Sibarani
Corak.Id LEBONG – Politisi dan Tokoh Provinsi Bengkulu, H Ahmad Kanedi berduka mendalam atas wafatnya tokoh pemekaran Lebong menjadi kabupaten, Koptu (Purn) H Syahili Sibarani (84) di RSUD Lebong pada Rabu (24/6/2026), sekira pukul 10.46 WIB.
Wafatnya sosok yang peduli akan kemajuan ini, menurut H Ahmad Kanedi yang akrab di panggil Bang Ken ini, tidak saja karib kerabat, namun masyarakat Provinsi Bengkulu khususnya berduka.
Sebagai kawan seperjuangan, sebagai panutan dalam semangat untuk kemajuan, Ban Ken sempat kaget dan ikut berduka yang mendalam atas berpulangnya almarhum yang seperti diketahu hingga akhir hayatnya tetap mempunyai semangat sebagai tokoh pejuang dan selalu peduli, meskipun di usianya kala itu telah sepuh.
Dalam keadaan uzur, almarhum menghadap illahi di RSUD Lebong pada Rabu (24/6/2026) sekira pukul 10.46 WIB. Saat prosesi pelepasan jenazah almarhum, digelar secara militer pada Kamis (25/6/2026) lalu, sekira pukul 11.20 WIB. Tampak banyak pelayat yang hadir melepas kepergian almarhum dengan meninggalkan pelajaran berharga sebagai penyemangat generasi yang di tinggalkan.
“Termasuk jasa dan tekad patriotime yang di contohkan almarhum. Selamat jalan kawan seperjuangan, surga menantimu”, ungkap lirih Bang Ken.
Kenang Bang Ken
Pertemuan itu intens dengan almarhum H Syahili Sibarani sekira 28 tahun yang lalu, kala itu dirinya masih sebagai anggota DPRD Provinsi Bengkulu. Hingga saat dirinya menjadi anggota DPD RI, ia ditunjuk oleh para tokoh pemerkaran Lebong, Seluma, Kaur dan Mukomuko untuk menjadi koordinator pemekaran kabupaten di provinsi Bengkulu.
Saat itulah dirinya kata Bang Ken berjuang bersama termasuk almarhum H Syahili Sibarani bersama tokoh pemekaran lainya, berjuang untuk menjadikan lebong sebagai kabupaten otonom, pisah dari Kabupaten Rejang Lebong.
Kini sosok itu telah pulang ke illahi dan dirinya mengajak generasi penerus Provinsi Bengkulu, untuk mencontoh patriotisme H Syahili Sibarani dalam tekadnya demi kemajuan daerah.
Kepedulian almarhum H Syahili Sibarani kala itu dalam pemikiran dan tindakannya hanya untuk kepentingan daerah. Ia salah satunya mencetus pemekaran Lebong menjadi kabupaten, agar setara dengan kabupaten lainya, demi kesejahteraan masyarakat di daerah yang sempat menjadi pusat kedudukan koloni Belanda itu.
H Syahili Sibarani menurut Bang Ken, punya andil besar dalam mensukseskan pemekaran Lebong untuk menjadi kabupaten. Sebagai koordinator pemekaran kabupaten di Provinsi Bengkulu, dirinya paham betul dan berjuang bersama hingga kini kabupaten penyumbang emas di Monumen Nasional itu terus berkembang.
“Sikap dan semangat cinta akan daerah yang diwujudkan melalui kesediaan berani berkorban waktu, pemikiran dan tenaga yang dilakoni almarhum H. Syahili Sibarani akan menjadi kenangan bagi generasi mendatang. Itulah tekad yang dicetuskan almarhum, demi kejayaan, kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lebong”, cerita Bang Ken.
Almarhum H. Syahili Sibarani dalam kenangan kawan seperjuangan pemekaran Kabupaten Lebong paham sebagai pantang menyerah, bijaksana dan tegas. Bersama berbagai elemen terus berjuangan mendesak pemekaran pandang kenal lelah, meskipun usianya kala itu tak muda lagi.
Hingga akhirnya Kabupaten Lebong berdiri, resmi berdiri sebagai daerah otonom baru (DOB) pada 7 Januari 2004 dan disahkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2003.
Apa yang di kenang Bang Ken seperti juga dikenang Bupati Lebong H. Azhari, S.H., M.H. Almarhum katanya, merupakan sosok yang memiliki jasa besar dalam sejarah berdirinya Kabupaten Lebong dan telah mengabdikan hidupnya untuk kepentingan masyarakat. (BB)