Kedurai Agung Renah Sekalawi, Momentum Memperkuat Adat

LEBONG – Pemerintah Kabupaten Lebong bersama Badan Musyawarah Adat (BMA) Kabupaten Lebong kembali meneguhkan komitmennya dalam melestarikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal melalui pelaksanaan Kedurai Agung Renah Sekalawi yang digelar di Desa Tunggang, Kecamatan Pinang Belapis.

Kegiatan adat yang sarat makna tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Lebong H. Azhari, S.H., M.H., tokoh adat, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat. Kedurai Agung menjadi simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki, hasil bumi, serta keamanan dan ketenteraman yang dirasakan masyarakat Kabupaten Lebong.

Dalam sambutannya, Bupati Lebong mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi Kedurai Agung sebagai landasan dalam membangun daerah yang maju, harmonis, dan berdaya saing.

“Saya menyambut baik kegiatan seperti ini dan saya juga menyinggung bahwa di daerah Semelako atau Bingin Kuning itu ada juga membuang apem. Nah itu mungkin masuk dalam agenda tahunan budaya kita termasuk hari ini,” ujar Bupati.

Menurut Bupati, tradisi adat bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan warisan budaya yang mengandung pesan kebersamaan, rasa syukur, gotong royong, dan penghormatan terhadap leluhur yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Bupati menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Kabupaten Lebong tidak hanya ditentukan oleh program pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat melalui persatuan, kerja keras, dan sinergi yang kuat antara pemerintah, lembaga adat, tokoh masyarakat, dan generasi muda.

Selain menekankan pentingnya pelestarian budaya, Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Secara geografis, Kabupaten Lebong merupakan daerah yang memiliki kerentanan terhadap bencana banjir dan tanah longsor, terutama saat curah hujan tinggi.

Untuk itu, masyarakat diimbau menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak melakukan perusakan hutan, tidak membuang sampah ke aliran sungai, serta menghidupkan kembali budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air di masing-masing wilayah.

“Antisipasi bencana merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah terus berupaya melakukan langkah mitigasi dan penanganan infrastruktur, namun keberhasilan upaya tersebut sangat bergantung pada kepedulian dan kesadaran kolektif masyarakat,” tegasnya.

Di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat, Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga identitas budaya Rejang agar tidak tergerus oleh arus modernisasi dan globalisasi. Menurutnya, adat dan budaya merupakan jati diri masyarakat yang harus tetap hidup dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Lebong terus mendorong berbagai langkah strategis dalam upaya pelestarian budaya, salah satunya melalui penyusunan Peraturan Daerah (Perda) Adat Kabupaten Lebong yang saat ini tengah dirumuskan bersama Badan Musyawarah Adat.

Perda tersebut nantinya diharapkan menjadi payung hukum yang kuat dalam mengatur pelestarian adat, penerapan hukum adat, sanksi adat, serta perlindungan terhadap nilai-nilai budaya Rejang yang menjadi kekayaan daerah.

Menurut Bupati, keberadaan Perda Adat akan menjadi tonggak penting dalam memperkuat karakter masyarakat Kabupaten Lebong yang religius, bermartabat, dan berbudaya. Oleh karena itu, dukungan seluruh pihak, termasuk DPRD, tokoh adat, dan masyarakat, sangat diperlukan agar proses pembahasan hingga pengesahan regulasi tersebut dapat segera terwujud.

Melalui pelaksanaan Kedurai Agung Renah Sekalawi, Pemerintah Kabupaten Lebong berharap nilai-nilai adat dan budaya dapat terus menjadi kekuatan dalam menjaga persatuan masyarakat, mendukung pembangunan daerah, serta membentuk generasi yang tetap bangga terhadap identitas budaya dan kearifan lokal yang dimiliki. (ADV)

Please follow and like us:
Pin Share
__Terbit pada
Juni 5, 2026
__Kategori
Advetorial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *