Dugaan Pelecehan Siswi Magang, Dikbud Bengkulu Tarik Seluruh Siswa dari Kantor Pemkab Lebong

Corak.Id, LEBONG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu mengambil langkah tegas menyikapi dugaan tindakan tidak senonoh terhadap seorang siswi yang sedang menjalani praktik kerja lapangan (PKL) di salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Lebong.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, H. Zulhendri, S.Sos., M.Pd., mengatakan pihaknya telah turun langsung untuk mengetahui kondisi di lapangan serta mendengarkan keterangan dari pihak sekolah terkait kejadian tersebut.

Menurut Zulhendri, pihak sekolah juga telah menyampaikan laporan kepada Dinas Pendidikan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.

“Dengan kejadian tersebut, kami dari Dinas Pendidikan sudah turun langsung, melihat dan mendengarkan langsung dari sekolah. Pihak sekolah juga melaporkan kepada kami supaya hal tersebut jangan terulang lagi,” ujar Zulhendri.

Sebagai langkah pencegahan sekaligus untuk menjaga keamanan dan kenyamanan para siswa, Zulhendri mengatakan pihaknya mulai hari ini menarik seluruh siswa SMA dan SMK yang sedang melaksanakan magang di lingkungan perkantoran Pemerintah Kabupaten Lebong.

“Mulai hari ini kami tarik semua anak-anak yang magang dari perkantoran Kabupaten Lebong. Kenapa kami tarik? Supaya tidak ada lagi mental anak kami yang rusak,” tegasnya.

Ia menjelaskan, keputusan tersebut diambil sebagai bentuk perlindungan terhadap para siswa. Menurutnya, jika kegiatan magang tetap dipertahankan di lingkungan perkantoran tersebut, dikhawatirkan dapat berdampak terhadap kondisi psikologis siswa lainnya.

“Kalau kami pertahankan, ini akan merusak, termasuk teman-temannya nanti mungkin akan berpikir. Tidak menutup kemungkinan mereka yang akan kena,” katanya.

Zulhendri menambahkan, para siswa yang ditarik dari perkantoran Pemkab Lebong selanjutnya akan didistribusikan kembali ke sejumlah instansi atau sekolah yang memiliki program dan jurusan sesuai dengan kebutuhan siswa.

“Besok anak-anak mungkin akan kami distribusikan lagi, mungkin ke Cabdin, Samsat, atau ke SMA dan SMK yang jurusannya ada,” jelasnya.

Ia berharap langkah tersebut dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi para siswa sehingga mereka dapat melaksanakan kegiatan magang tanpa mengalami tekanan maupun kekhawatiran.

“Harapan kami anak-anak kami ini, anak kita semua, jangan sampai mereka rusak mentalnya,” ungkap Zulhendri.

Zulhendri menegaskan, keputusan menarik siswa magang tersebut merupakan hasil pembahasan bersama dengan sekolah-sekolah yang siswanya melaksanakan kegiatan magang di lingkungan perkantoran Pemkab Lebong.

“Ini adalah hasil rembugan kami. Sebelas sekolah SMA dan SMK kami sepakati untuk menarik (siswa magang), demi kenyamanan anak-anak tersebut,” pungkasnya. (BAMS)

Please follow and like us:
Pin Share
__Terbit pada
Agustus 31, 2026
__Kategori
Headline

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *