Siswi Magang Diduga Alami Tindakan Tidak Senonoh oleh Oknum Pejabat di Lebong

Corak.Id, LEBONG – Kasus dugaan kekerasan seksual kembali menjadi perhatian di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu. Kali ini, seorang siswi salah satu SMK di Kabupaten Lebong yang sedang menjalani kegiatan magang di salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diduga mengalami tindakan tidak senonoh dari seorang oknum pejabat.

Informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber menyebutkan, dugaan peristiwa tersebut terjadi beberapa hari lalu saat korban sedang menjalani kegiatan magang di lingkungan OPD tersebut.

Diduga Dipeluk Paksa

Berdasarkan keterangan sejumlah sumber, peristiwa bermula ketika korban diminta masuk ke ruangan oknum pejabat tersebut.

Di dalam ruangan, oknum pejabat itu diduga memeluk korban secara paksa. Korban kemudian disebut berupaya keluar dari ruangan untuk menghindari tindakan lebih lanjut.

Pihak sekolah melalui guru yang menangani bidang kesiswaan membenarkan adanya persoalan yang dialami siswi tersebut.

Menurutnya, korban sempat meminta agar lokasi magangnya dipindahkan karena merasa tidak nyaman setelah kejadian tersebut.

“Iya, awalnya siswa magang kami ingin minta pindah karena pengakuannya oknum pejabat itu memeluknya dan ia sempat melarikan diri. Kepindahannya sudah kami urus,” jelasnya.

Pihak sekolah kemudian mengarahkan awak media untuk memperoleh keterangan lebih lanjut dari pemerintah desa serta keluarga korban.

Disebut Ada Upaya Penyelesaian Kekeluargaan
Sementara itu, sumber di desa tempat korban berdomisili menyebutkan persoalan tersebut tengah diupayakan penyelesaiannya secara kekeluargaan.

Sumber yang sama juga menyebut adanya pemberian uang sebesar Rp20 juta kepada pihak keluarga korban.

“Ini lagi urus damai dengan pihak oknum pejabat tersebut, dan denda Rp20 juta sudah diberikan kepada pihak keluarga korban,” ujar sumber tersebut.

Namun, informasi mengenai pemberian uang tersebut belum dapat dikonfirmasi secara independen kepada pihak-pihak terkait.

Ayah korban saat ditemui di kediamannya membenarkan bahwa oknum pejabat yang dimaksud telah datang ke rumah dan menyampaikan permintaan maaf.

“Iya, memang oknum pejabat itu sudah datang ke rumah. Nanti dulu, kami ini lagi ada urusan,” ungkapnya.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan langsung dari pejabat yang disebut dalam dugaan peristiwa tersebut terkait tuduhan maupun informasi mengenai pemberian uang kepada keluarga korban. (Berita ini Telah tayang di Dpatriot.com dan Beo07.Co.Id)

Please follow and like us:
Pin Share
__Terbit pada
Agustus 29, 2026
__Kategori
Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *