
Keracunan Massal di Lebong, Gejala Umum Muntah dan Diare
Corak, LEBONG – Ratusan warga di Kabupaten Lebong diduga mengalami keracunan makanan. Hingga Rabu (2708/2025) pukul 16.00 WIB, sebanyak 237 pasien telah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Lebong.
Dokter spesialis anak RSUD Lebong dr. Arya Wisnu Prayoga, S.PA menjelaskan, mayoritas pasien datang dengan keluhan muntah berulang hingga lebih dari delapan kali (muntah profus). Kondisi tersebut membuat pasien mengalami dehidrasi tingkat sedang.
“Pasien datang sudah dengan kondisi dehidrasi sedang, dan itu termasuk kegawatan. Maka langkah pertama kami lakukan mitigasi bencana dengan triase, melihat kondisi pasien. Untuk yang mengalami dehidrasi sedang, langsung kami pasang infus, mengganti cairan, serta memberikan obat antimuntah seperti Ondansentron dan Omeprazole,” jelas dokter anak tersebut.
Setelah kondisi pasien stabil, mereka kemudian dipindahkan ke ruang perawatan. Menurutnya, seluruh 237 pasien yang ditangani saat ini masih dalam kondisi sedang dan tidak ada yang mengalami kematian.
“Alhamdulillah tidak ada yang menuju mortalitas (kematian). Itu karena respons cepat dari perawat, bidan, dan seluruh tim medis RSUD Lebong,” tambahnya.
Ia juga menerangkan, beberapa pasien mulai menunjukkan gejala lanjutan berupa diare setelah fase muntah. Namun gejala itu sudah tertangani dengan baik. Seluruh pasien akan terus dievaluasi minimal selama 1×24 jam untuk memastikan tidak ada tanda dehidrasi lanjutan.
Dokter anak tersebut menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga medis, termasuk dokter internship sebanyak tujuh orang, yang ikut terlibat dalam penanganan pasien massal ini.
“Saya berterima kasih kepada semua dokter di RSUD Lebong dan juga dari fasilitas kesehatan sekitar yang turut membantu. Semua bergerak bersama menangani pasien,” ujarnya.
Hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan makanan masih dalam penyelidikan pihak berwenang. (BAMS)